kalender

mp3

small rss seocips Music MP3
Ayo bro dengerin music ini !!!

cursor

Naruto Uzumaki Running

Selasa, 20 Desember 2016

Hasil Akhir Paper PERANCANGAN BUSINESS CONTINUITY PLAN : STUDI KASUS Magical shose

PERANCANGAN BUSINESS CONTINUITY PLAN :
STUDI KASUS Magical shoce
Whindi kurniawan
064001400021
Teknik informatika
Universitas Trisakti

http://whindikurniawan96.blogspot.com/

ABSTRACT

Business Continuity Planning (BCP), merupakan keadaan dimana kondisi bisnis harus dapat terus berjalan pasca terjadinya bencana[8].Business Continuity Plan diperlukan untuk melengkapi dan memperkuat sistem sehingga sistem yang handal. Indonesia merupakan daerah rawan bencana yang kurang menyadari para pelaku bisnis untuk bencana. BCP menggunakan Sharing Vision Kerangka untuk menghasilkan bentuk desain yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan proses bisnis dengan studi kasus perusahaan magicalshoece yang beroperasi di industri fashion, mutu produk dan layanan pemesanan. Berbagi metodologi Visi Kerangka mulai dari identifikasi proses bisnis, mengidentifikasi kondisi dan penentuan IT Risiko Penilaian risiko dan analisis yang akan menghasilkan matriks untuk Penilaian Risiko berikutnya dan kemudian dibawa ke proses pengumpulan data dalam Penilaian Dampak Bisnis kuesioner malalui , wawancara, atau diskusi dengan Magicalshoce manajer TI. Berdasarkan hasil Penilaian Risiko dan Penilaian Dampak Bisnis, kemudian dilakukan pencarian dan pemilihan rencana alternatif strategi BCP adalah kunci acuan dalam mempersiapkan BCP document.Risk Penilaian Hasil kesempatan untuk menjelaskan ancaman peringkat tertinggi untuk gempa bumi, kebakaran, serangan hacker , BCP tidak terpengaruh jika ada ancaman untuk menyerang dan kegagalan pemasok. BIA hasil proses bisnis yang paling berada di kategori tinggi dan sedang, ini menunjukkan setiap proses dalam pelayanan dan Penjualan sepatu online Magical shoce Lokakarya memiliki hubungan ketergantungan yang kuat. Lima belas jenis ancaman bencana, urutan tertinggi ke terendah adalah: gempa bumi, kebakaran, serangan hacker, banjir, ancaman bom, masalah software, masalah hardware, masalah telekomunikasi, masalah pasokan listrik, , kegagalan pemasok, kekacauan, kegagalan utilitas, dan mogok. Dapat mengantisipasi Rencana Strategi adalah: Strategi Backup Hardware, Backup Strategi untuk pasokan listrik, Strategi Backup, saluran tekomunikasi Backup Strategy, Strategi Backup persediaan yang dibutuhkan, personil Strategi Backup, Site Strategi Pemulihan, perpustakaan Strategi Offsite, prosedur eskalasi dan aktivasi, dan Asuransi.
Keywords:     Business Continuity Plan, Sharing Vision Framework.


1.                  PENDAHULUAN

Business Continuity adalah kemampuan perusahaan atau organisasi untuk dapat tetap melanjutkan proses bisnis yang kritikal dalam situasi normal maupun gangguan/bencana. Para pelaku bisnis melakukan perencanaan Business

Continuity Plan agar dapat mengantisipasi bencana yang datang dengan tidak terduga. Bencana bisa berupa apa saja yang menimbulkan kerusakan atau kehilangan dalam jumlah besar. Contoh dari bencana adalah banjir, gempa bumi, kebakaran, demonstrasi merusak, dan lain sebagainya. Akibat bencana yang datang sangat cepat, tidak terduga dan tidak memiliki suatu prosedur dalam menanggapinya, maka bisnis perusahaan akan kandas.

Posisi geografi Indonesia yang secara natural memang rawan bencana setiap saat, banyak

Perusahaan tidak menyadarinya. Setidaknya, mengacu hasil survei Menurut Sharing Vision pada 2008 lalu yang menunjukkan bahwa baru 56% responden perusahaan yang pernah menguji sistem menyatakan baru 53% responden yang sudah menguji BCP mereka. Responden juga merasa bahwa 78% sistem cadangan mereka baru lengkap. Prihatinnya, responden sendiri tidak teguh betul untuk bertekad terus memelihara dan melatih timnya dalam mengembangkan DRP maupun BCP. Ini terlihat dari angka hanya 41% responden yang ingin kembangkan BCP. Masih menurut Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision dalam bisnis.com menyatakan di tengah posisi negara yang memiliki ancaman bencana setiap saat serta berkaca

lebih lengkap nya bisa di download di link:

Rabu, 09 November 2016


BIA magical shoes


Fasilitas
Fungsi
Revenue Impact
Non-Revenue Impact
Criticality
Listrik
Memberikan daya pada bangunan
High
Medium
Medium
File Crash
Keberlangsungan pekerjaan
High
Medium
Critical
Hardware Error
Bagian pada computer jadi tidak bekerja dengan baik.
Medium
high
Medium
Software Error
File tidak bisa dibuka.
High 
medium
Critical


Rabu, 02 November 2016

Risk Asessement magical shoes

Risk Asessement magical shoes

Resiko 1 Pemadaman Listrik
1.     Fungsi bisnis: Memberikan listrik pada bangunan yang di dalamnya terdapat banyak barang elektronik.
2.     Resiko ancaman: pemadaman listrik.
3.     Konsekwensi: Semua komputer yang berada di kantor mati.
4.     Tingkat Kemungkinan: Bisa Terjadi.
5.     Kendali / Control Yang ada: Membeli sebuah ups atau genset.

Resiko 2 File Crash
1.     Fungsi bisnis: File jadi yang rusak.
2.     Resiko ancaman: file rusak / corrupt.
3.     Konsekwensi: File tidak bisa dicetak atau di lanjutkan ke tahap berikutnya.
4.     Tingkat Kemungkinan: Bisa Terjadi.
5.     Kendali / Control Yang ada: selalu melakukan backup data.

Resiko 3 Hardware Error
1.     Fungsi bisnis: Menyalakan sebuah komputer.
2.     Resiko ancaman: Hardware rusak.
3.     Konsekwensi: Semua komputer yang berada di kantor tidak berjalan dengan performa yang baik.
4.     Tingkat Kemungkinan: Bisa Trejadi.
5.     Kendali / Control Yang ada: melakukan perawatan dua bulan sekali.

Resiko 4 Software Error
1.     Fungsi bisnis: Tidak bisa membuka file yang dikerjakan.
2.     Resiko ancaman: Software rusak.
3.     Konsekwensi: tidak bisa melanjutkan pekerjaan sebelumnya.
4.     Tingkat Kemungkinan: Bisa Trejadi.


5.     Kendali / Control Yang ada: Mengupgrade hardware pada komputer.
Resiko 5 pengiriman barang tak sampai ke pelanggan 
1.     Fungsi bisnis: barang hilang.
2.     Resiko ancaman: barang hilang.
3.     Konsekwensi: pelanggan melakukan komplent dan menurunkan reting nama prusahaan.
4.     Tingkat Kemungkinan: terjadi 5x dalam setahun.
5. Kendali / Control Yang ada: Melakukan pengawasan dan membuat aplikasi assegment bila barang sudah diterima pelanggan.


Senin, 31 Oktober 2016

PERANCANGAN BUSINESS CONTINUITY PLAN 
studi kasus pada :  magicalshoes

Whindi kurniawan - 064001400021

Jurusan Teknik Informatika

Hasil survey minggu 2 bisa dilihat pada link berikut Dengan judul Srvey data  ke 2:

Rabu, 19 Oktober 2016

Hasil survey data probelm di magical shoes


Rabu, 05 Oktober 2016

BCP dalam Universitas Magical shoes


Penulisan Abstrak, Landasan Teori dan Daftar Pustaka

Abstrak
Business Continuity Plan diperlukan untuk melengkapi dan memperkuat sistem sehingga sistem yang handal. Indonesia merupakan daerah rawan bencana yang kurang menyadari para pelaku bisnis untuk bencana. BCP menggunakan Sharing Vision Kerangka untuk menghasilkan bentuk desain yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan proses bisnis dengan yang beroperasi banyak cabanng yang terletak di berbagai daerah yang berbeda di salah jika BCP menjadi kebutuhan yang pokok. Berbagi metodologi Visi Kerangka mulai dari identifikasi proses bisnis, mengidentifikasi kondisi dan penentuan IT Risiko Penilaian risiko dan analisis yang akan menghasilkan matriks untuk Penilaian Risiko berikutnya dan kemudian dibawa ke proses pengumpulan data dalam Penilaian Dampak Bisnis kuesioner malalui , wawancara, atau diskusi dengan Admin system perusahaan. Berdasarkan hasil Penilaian Risiko dan Penilaian Dampak Bisnis, kemudian dilakukan pencarian dan pemilihan rencana alternatif strategi BCP adalah kunci acuan dalam mempersiapkan BCP document.


LANDASAN TEORI
BCP didefinisikan sebagai perencanaanyang berfokus mempertahankan kelangsungan fungsi–fungsi bisnis saat gangguan terjadi dansetelahnya.Kerangka kerja Business Continuitiy Plan(BCP) sebagai kerangka kerja untuk merancang BCP bagi perusahaan terdiri dari beberapa tahap,yaitu :Risk Assessment (RA), Business Impact Assessment (BIA), Strategy Plan, Procedure,Testing, Audit,Training,dan Maintenance.

Daftar pustaka

  1.  Bank Indonesia. (2007). Pedoman PenerapanManajemen Resiko dalam Penggunaan            NO.9/15/PBI/2007.
  2. Cahyadi, Edi. (2006). Kajian BusinessContinuity Plan Berdasarkan Kualifikasi NilaiEkonomis        Sistem Aplikasi Pada IndustriPenerbangan GIA. Laporan Proyek AkhirProgram Magister Teknologi Informasi,Fasilkom, Universitas Indonesia. Tidakditerbitkan.
  3. Komisi Kepolisian Indonesia. (2009, August5).Jumlah Kendaraan Sampai dengan Maret2009-February 27, 2010
  4. Sharing Vision, (2008). Business Continuity and Disaster Recovery Trend and Issue in Indonesia 2008. Materi Workshop Sharing Vision,Bandung.
  5. https://www.academia.edu/7764702/Perancangan_Business_Continuity_Plan_Studi_Kasus_pada_PT.PAM